Malam bulan berendang, Berwarna biru di cermin kali,
Mata air memancar, Mengilap mata yang lama kabur
Derita perlakukan Gerlapan malam, Di kaki gunung Bertudung kabus
Syahdu lagu berdendang, Melamar kasih sayup membisik
Membelai sukmaku, Berkurun rindu lagak pendita
Berkilau sinar, Maya yang mendera
Membakar bahu musafir, Di lembah duka nestapa
Kini kasih kembali Sekilas mentari, Sepi di ranting yang amat tinggi
Sekadar menemani Jiwa tersadai, Di belantara sepi
Merayu pada yang maha esa, Agar dikurnia cahaya
Cinta kekal selama
Berkilau sinar, Maya yang mendera
Membakar bahu musafir, Di lembah duka nestapa
Membakar bahu musafir, Di lembah duka nestapa
Kini kasih kembali Sekilas mentari, Sepi di ranting yang amat tinggi
Sekadar menemani Jiwa tersadai, Di belantara sepi
Merayu pada yang maha esa, Agar dikurnia cahaya
Cinta kekal selama
Kini kasih kembali Sekilas mentari, Sepi di ranting yang amat tinggi
Sekadar menemani Jiwa tersadai, Di belantara sepi
Kini kasih kembali Sekilas mentari
Sepi di ranting yang amat tinggi
Sepi di ranting yang amat tinggi
Ku sepi

No comments:
Post a Comment